Aku adalah aku, aku ingin menjadi diriku ndri. Tapi dulu hidup aku kelam dan tak ada masa depan. Di saat itu juga aku tak memiliki teman satu orangpun. Aku tak ingin semua orang tahu di masa kelam aku dulu. Karna hal ini sudah aku tutup dengan rapat di hati aku yang paling dalam. Sekarang aku ingin berbagi dengan kalian biar kalian tahu apa yang terjadi sama diriku di masa yang kelam itu. Cerita'y bermula dari sebuah sekolah yang paling elit di seluruh Tangerang. Sekolah ini cukup terkenal dari semua kalangan dan aku salah satu anak murid yang bersekolah di sana. Sekolah itu Tarakanita. Awalnya aku cukup tertarik sama sekolah itu dan teman-temannya juga terlihat mengasyikan. Kemudian, lambat laun aku mempunyai teman yang cukup banyak dan hal itu tak berlangsung lama. Hal itu menjadi pecah dan menjadi ke putusasaan aku dalam hidup dan semangat belajar. Mengapa?? Ada yang tak suka sama aku dan mereka mengejek aku abis-abisan. Awalnya 2 atau 3 anak yang mengejek aku. Tak ada sebulan, hal itu sudah merambat sampai ke seluruh kelas. Di situ aku mencoba untuk bertahan dan bersabar tapi aku sudah tak kuat lagi. Aku sudah tak memilki teman dan hidup aku hancur. Yang membuat aku menderita seperti itu adalah kelakuan anak laki-laki. Kebanyakan orang bilang kalau "ada orang yang suka mengejek kita berarti mereka suka sama kita" dan hal itu tak masuk akal, aku tak yakin dengan pendapat itu. Aku tak peduli dengan tanggapan seperti itu. Kembali lagi ke masalah yang awal. Setelah berbulan-bulan aku sekolah di situ yang aku dapatkan hanyalah sebuah minder. Tak ada satupun teman yang membantu aku, yang mereka inginkan hanya memanfaatkan aku. Menjelang pertengahan semester, aku di panggil sama guru BK (Bimbingan Konseling) dan memberitahukan kalau nilai aku turun drastis. Aku hampir setiap hari menjadi langganan guru BK. Ketika guru BK tanya apa yang terjadi dan alasan aku cukup bermanfaat yaitu saya di gangguin sama anak laki-laki dalam belajar dan setiap saat setiap waktu aku di ejek-ejek terus sama anak laki-laki itu. Nama'y Cristhoper, Hikmal, Kelvin, dan Nakan. Akhirnya mereka di panggil sama guru BK dan masalah itu tak selesai sampai di situ. Setelah di panggil, mereka bukan takut yang ada semakin menjadi. Aku tak tahu harus berbuat apa ketika di saat itu, yang terlintas dalam otak aku hanyalah bunuh diri. Aku pikir tak ada lagi orang yang mempedulikan aku hanya karna kekurangan aku. Seperti kaki aku yang banyak tanda lahir dan itu menjadi bahan olokan mereka, begitu pula dengan mulut aku dan mereka bilang mulut aku maju seperti bimoli (Bibir monyong lima centi). Yang bisa aku percaya hanya kakak angkat aku dan dia selalu nasihatin aku kalau kekurangan itu menjadi bagus karna itu menjadi kelebihan kita sebagai manusia. Aku menjadi tenang ketika kakak angkat aku berbicara seperti itu ke aku. Tak lama orangtua aku di panggil sama guru BK karna masalah nilai aku. Mama tak percaya ketika aku bilang kalau aku tiap saat tiap waktu tiap hari selalu di ejek sama mereka. Aku berbicara dalam hati, mama tak tahu apa yang terjadi sama diriku ketika aku sekolah. Muncullah rasa males belajar dan sekolah. Berkat ada dukungan dari kakak angkat aku, aku berusaha semaksimal mungkin untuk berjuang dan bersemangat. Walaupun aku senang tetep saja hati aku hancur karna kelakuan anak laki-laki itu. Mereka membuat aku tak punya teman, minder, bego, bodoh, idiot, dll. Setelah aku lulus, perasaan itu hilang semua karna aku sudah memilki teman yang banyak dan aku sekarang memilki pengetahuan yang lumayan. Aku tak sendrian lagi dan tak minder. Sekarang aku pindah ke Bhakti Center, di sana aku sekolah. Mengasyikan sekali dan aku selalu berkumpul dengan mereka. Kalau ada waktu kosong kita manfaatin untuk belajar bersama dan kalau libur kita usahakan untuk berkumpul. Ketika aku sudah akrab dengan mereka tapi ada satu teman yang paling akrab dari yang lain dan aku juga suka sharing sama dia. Setelah dua bulan berjalan, aku dikenalkan sama seorang laki-laki oleh teman aku ini. Bisa disebut seperti Mak Comblang. Setelah kenal cukup lama dengan kenalan teman aku ini kemudian aku jadian sama dia. Orangnya lumayan cakep dan manis, lumayan tajir, selevel sama aku. Saat itu aku belum boleh pacaran sama orangtua aku dan aku sama dia backstreet. Sebulan kurang aku jalan sama dia, hubungan aku tak ada yang berubah. Aku sama dia cuma ketemu dan telp-an. Aku juga tak melakukan apapun dan tak layak seperti orang pacaran. Aku sama dia cuma diam, diam dan diam. Itu aktivitas yang kami jalankan. Sudah sebulan kami pacaran tapi hal itu tak bertahan lama pas minggu ke 2. Dia sudah berlagat aneh dari sebelumnya. Malamnya, aku dapat pesan dari sahabat karibnya dan dia bilang kalau mantan aku ini minta bubar. Aku bingung dan alasannya apa dia minta bubar. Aku telp dia, yang dia bilang ingin belajar yang serius dulu dan hal itu tak cukup masuk akal. Tapi aku ikhlaskan kalau dia minta bubar. Selama aku bubaran sama mantan aku, aku selalu di bayangi sosok dia terus seperti mengikuti aku pergi dan aku mencoba untuk melupakan dia, butuh waktu 1th aku melupakan dia. Sangat susah untuk melupakan someone yang aku sayangi. Hal itu lambat laun sudah lupa dan terkubur dalam hati. Tapi aku tetep semangat dan membuka lembaran baru. Di sekolah aku yang baru ini aku selalu mendapatkan masalah terus tapi aku bawa enjoy aj. Setelah berbulan-bulan aku jomblo dan melihat orang yang pacaran, aku menjadi iri apalagi kalau teman aku suka ajakin jalan pasti dia bawa pacarnya. Sedih hatiku. Tapi tak ada masalah kalau aku jomblo dan sekalian aku sambil nyari cwo. Aku orangnya suka ngerjain orang dan salah satunya itu teman aku ndri, dia itu Andre. Dia orangnya gokil, baik tapi sayangnya dia playboy cap bandot. Semakin aku dekat sama dia, semakin banyak hal-hal yang penting termasuk teman-teman dia. Waktu aku ada esia, aku masi bisa smsan dan telp Andre. Aku bisa dengerin suara dia walaupun hapenya suka di kasi ke temannya dan suaranya hampir sama seperti Andre. Tak lama kemudian aku kenalan sama salah satu temannya Andre yaitu Handri. Aku minta nomor hape dia dan mulai kenalan. Aku sama Handri dalam 1 minggu kenalan, aku langsung jadian sama dia pas tanggal 23 Januari. Aku akui awalnya aku tak terlalu suka sama Handri tapi setelah kenal, aku semakin ingin tahu tentang dirinya. Pernah satu kali aku hampir kehilangan dirinya karna aku di sangka selingkuh dan itu tak benar. Setelah lama jadian, masalah terus menghampiri aku. Aku tetep bertahan dan bersabar. Aku tahu Handri dan aku mempunyai sifat yang berbeda. Hal itu semakin membuat aku menantang dan karna itu pula aku jadi tambah sayang sama dia. Aku sama dia sudah 1th lamanya pacaran. Tapi dia selalu melibatkan diriku dengan kekurangan aku. Aku sudah pernah bilang sama dia, aku mau kamu terima aku apa adanya. Berarti kekurangan dan kelebihan aku setidaknya diterima dengan baik. Kalau aku punya kekurangan tolong di lengkapi bukan di marahin atau semacamnya. Aku pengen buat kamu bahagia tapi tidak seperti ini. Aku tahu di mata kamu aku selalu salah dan sudah menyakiti hati kecil kamu. Aku tak bermaksud begitu ke kamu biar kamu tahu aku ingin jadi diriku ndri dan aku tak ingin masuk jurang seperti dulu yang memilki masa suram dan menjadi anak alim dan lugu. Aku mau banget kalau kamu fermak aku menjadi seorang wanita yang dewasa. Tapi justru aku takut kehilangan kamu ketika aku berubah menjadi wanita dewasa. Ketika aku berubah menjadi dewasa, aku semakin bandel dan menjadi anak yang tak benar. Aku di sini masih tergolong anak yang baik-baik dan belum mengerti apapun. Walaupun rambut aku di semir bukan berarti aku anak yang bandel dan aku akui kalau aku anak yang susah di atur. Kamu juga kasitahu ke aku kalau aku masih seperti anak kecil dan dalam logika aku, hal itu masih mending apalagi setelah aku kenal kamu aku jarang kemana-mana kalau mau pergi pasti aku ajak kamu biar kamu tak selalu curiga sama aku dan kamu juga pernah minta ini itu ke aku tapi tidak aku kasih dan itu semua bukan berarti aku tak sayang sama kamu. Aku melakukan itu karna aku mendapatkan petuah dari orangtua aku. Aku tak mau memalukan nama baik orangtua aku. Asal kamu tau saja, aku sangat sayang kamu melebihi dari apapun dan aku takut kehilangan kamu sampai-sampai aku tak bisa terima apa yang aku impikan tentang diri kamu. Aku benar-benar tak sanggup untuk kehilangan kamu apalagi aku orangnya tak bisa melupakan orang yang aku sayangi dan tidak akan aku lepaskan orang yang aku sayangi pergi dari sisi aku. Kalau kamu bilang, aku bisa menemukan pengganti dia hal itu tak akan pernah terjadi karna cuma dirimu yang aku sayang dan ada di hati aku. Aku akan selalu menunggu sampai kapanpun dan aku akan berharap kamu akan balik lagi ke sisi aku atau ke pelukan aku. Aku sangat membutuhkan dan merindukan dirimu. Aku tak bisa hidup tanpa dirimu. Aku bisa saja tak makan selama satu minggu agar kamu bisa balik lagi ke aku tapi aku tahu itu hal yang bodoh untuk diriku. Aku sudah tak tahu musti bagaimana lagi. Dia bilang aku sama dia beda sifat, justru orang yang beda sifat dari dirinya semakin terpacu untuk menantang dan mendalami perasaan diriku ini. Tapi dia mundur dan minta untuk bubar dan aku tak bisa terima itu. Dia minta aku untuk melupakan dia, di kirain gampang apa yah melupakan orang yang kita sayangi seperti membalikan telapak tangan. Aku paling tak bisa melupakan orang dengan cepet. Apalagi aku sama dia suka jalan bareng dan main ke rumah, otomatis bayangan dia selalu membayangi diriku kemanapun aku pergi. Baru-baru ini aku ingin banget dekatkan dia sama papa tapi perlahan-lahan dan aku ingin memperkenalkan dia sama orangtua aku. Tapi hal itu sudah kandas dan awalnya aku sama dia ingin pacaran di depan orangtua aku, aku tak mau backstreet. Aku ingin seperti orang-orang yang memiliki pasangan dan telah di restui oleh orangtuanya, alangkah senangnya bukan. Aku selalu berandai-andai kapan orangtua aku kasih aku pacaran dan merestui hubungan aku sama dia. Aku benar-benar tak sanggup hidup seperti ini. Hanya dia yang buat aku semakin penasaran, tak boleh egois, hidup dalam kesederhanaan, bljr hidup mandiri dan masih banyak ajaran dia yang aku terima dari dia. Aku sadar dan berubah dikit demi sedikit tapi asal kamu tahu saja. Masalahnya adalah aku sama dia tak bisa hubungan jarak jauh kalau aku dekat sama dia tak pernah ada keributan sedikitpun. Aku tak mau kamu pergi dan aku masih sayang kamu. Semua kriteria cwo yang aku idamkan ada dia semua dan jarang ada cwo sempurna seperti dia. Aku tahu ini cukup gila dan bodoh, aku seperti ini karna aku sayang dan cinta kamu sampai kapanpun. Karna kamu sudah tak peduli sama aku, akhirnya perasaan aku berubah menjadi benci dan sangat benci banget sama kamu. Semua cwo sama saja tak ada yang benar sedikitpun dan mereka tak bisa terima aku apa adanya. Mereka hanya bisa melihat aku dari segi fisiknya saja. Aku benci sama semua cwo yang ada di dunia ini. Semua cwo tak ada bagus-bagusnya.
Jumat, 06 November 2009
Langganan:
Postingan (Atom)